Info Ayah Bunda

Thursday, April 10, 2008

Menu Bayi Alergi

Anda tak perlu merasa khawatir jika kebetulan anak Anda menderita alergi terhadap makanan tertentu. Masih banyak bahan makanan pengganti yang dapat Anda berikan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Sehingga tumbuh-kembang anak tidak terganggu.

Bayi perempuan saya berusia 8 bulan, berat badan saat ini 7,2 kg dan panjangnya 70 cm (Berat lahir 2,8 kg dan panjang 50 cm). Sejak pulang dari rumah sakit sudah saya berikan susu formula dan pada saat berusia 3 minggu saya tidak dapat lagi memberikan ASI eksklusif, karena keluarnya hanya sedikit. Dua bulan yang lalu, pipi bayi saya mulai merah-merah dan menurut dokter anak, si kecil alergi susu sapi. Namun saya baru benar-benar mengganti dengan susu kedelai saat anak saya berusia 7 bulan. Sementara itu pada saat usia 4 bulan saya sudah mencoba mengganti dengan susu non-alergic, tapi belum ada perubahan yang berarti. Saat ini pipi anak saya memang mulai membaik/sembuh, tetapi dokter menyarankan jangan mengkonsumsi telur, ikan dan jenis makanan laut lainnya.

Selama ini, dalam sehari, saya memberikan susu 4 kali, havermut pada pagi hari, nasi tim saring pada siang hari dan jus buah pada sore hari. Apakah menu ini sudah memenuhi kebutuhan gizi dalam sehari? Bagaimana pola makan si kecil agar memenuhi kebutuhan gizi seimbang?

Ny. Henly Muhawati
Jakarta Utara

Berat badan bayi Anda saat ini: 7,2 kg, termasuk normal. Karena menurut Daftar Berat Ideal, berat setelah 6 bulan idealnya: 2 x berat lahir yaitu 2 x 2,8 kg = 5,6 kg. Sayang sekali bayi Anda tidak bisa mendapat ASI eksklusif dan alergi terhadap susu sapi. Dalam keadaan ini anjuran dokter untuk menghindari makanan penyebab alergi yang lain seperti telur dan ikan adalah tepat. Tetapi Anda tidak perlu khawatir, alergi ini biasanya hanya sementara, karena biasanya dengan bertambahnya umur, alergi ini bisa hilang. Nanti setelah ia berusia 2–3 tahun bahan makanan ini bisa dicoba diberikan lagi, sambil mendeteksi, karena ada kemungkinan anak sudah bebas alergi

Selain itu Anda juga tak perlu waswas, karena masih banyak jenis makanan lain yang bisa Anda berikan untuk menunjang pertumbuhan fisik si kecil. Telur dan ikan bisa diganti dengan daging, hati ayam, tahu, tempe, dan lainnya. Sumber karbohidrat tetap diberikan, seperti: nasi, kentang, roti, pasta , singkong, jagung, dan lain-lain. Sayuran bisa diberikan sesuai usia, seperti: oyong, kangkung, brokoli, kembang kol, zukini, dan seterusnya.

Pilihlah makanan selingan yang dibuat tanpa susu. Atau jika Anda membeli makanan jadi, Anda perlu mengetahui makanan tersebut dibuat dari bahan makanan apa saja. Buah-buahan juga sebaiknya diberikan bervariasi, seperti: pepaya, pisang, jeruk, advokad, apel, dan lain-lain. Jika si kecil belum bergigi sebaiknya makanan dihaluskan lebih dahulu.

Kebutuhan makan sehari :

* Berikan ASI sekehendak atau PASI 4 x (200-220 ml)
* 1 x bubur susu
* 1 x buah
* 2 x nasi tim (kalau belum ada gigi perlu dihaluskan)
* Pemberian kuning telur ditunda dulu karena alergi dan bisa dicoba diberikan kembali setelah usia 1 tahun.

Seandainya susu tidak habis sebanyak 200-220 ml, porsinya bisa diperkecil. Tapi diberikan 5–6 kali, sehgingga jumlah susu sehari tetap sesuai aturan.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]



<< Home